Minggu, 11 Oktober 2026 Berita Terkini & Terpercaya
denverbagelstore.comdenverbagelstore.com
denverbagelstore.com - Your source for the latest articles and insights
Beranda › Sebulan Coba Trik Ini, Pensiunan Bisa Hemat Listri...

Sebulan Coba Trik Ini, Pensiunan Bisa Hemat Listrik & Barang Awet

Pengalaman nyata seorang pensiunan setelah sebulan mengubah kebiasaan kecil di rumah: tagihan listrik turun, perabot awet.

Sebulan Coba Trik Ini, Pensiunan Bisa Hemat Listrik & Barang Awet

Gue mau cerita jujur. Sebulan terakhir ini, gue iseng ngobrol sama tetangga yang sudah pensiunan, namanya Pak Har. Usianya 68, tinggal berdua aja sama Bu Har di rumah tipe 45. Anak-anaknya sudah pada merantau. Yang bikin gue penasaran, dia bilang tagihan listrik bulan lalu turun hampir 30 persen. Padahal dia nggak pasang panel surya, nggak beli alat mahal, nggak renovasi apa-apa.

Yang dia lakuin cuma satu: mengubah kebiasaan kecil di rumah, pelan-pelan, selama sebulan penuh. Dan ternyata efeknya bukan cuma ke tagihan listrik. Barang-barang di rumahnya juga jadi lebih awet. Kulkas nggak cepat rusak, kipas masih enak dipakai, bahkan setrika yang sudah umur 7 tahun masih nyala normal.

Gue tertarik, akhirnya gue coba sendiri di rumah. Dan ini yang gue rasain setelah sebulan.

Mulai dari Hal yang Paling Sering Dilupakan: Cabut Colokan

Kedengarannya sepele, ya. Tapi coba deh kamu hitung. Berapa banyak colokan yang tetap nancap di dinding padahal alatnya sudah nggak dipakai? Charger HP, rice cooker, TV, microwave, mesin cuci, setrika. Semuanya kalau masih nyantol, tetap makan listrik. Istilahnya standby power. Kecil sih per alat, tapi kalau ada 10 alat, sebulan bisa bikin kamu kaget.

Pak Har bilang, dia mulai biasain cabut colokan setelah dipakai. Nggak semua sekaligus, tapi bertahap. Minggu pertama cuma charger HP sama TV. Minggu kedua nambah rice cooker dan setrika. Lama-lama jadi kebiasaan.

“Awalnya ribet, tapi setelah dua minggu jadi otomatis. Tangan sendiri yang gerak,” kata Pak Har waktu gue tanya.

Gue coba juga. Dan bener, setelah sekitar 10 hari, gue nggak perlu mikir lagi. Cabut colokan jadi refleks. Bonusnya, alat-alat elektronik jadi lebih awet karena nggak terus-terusan kena arus listrik walau dalam keadaan mati.

Atur Cara Pakai Alat, Bukan Cuma Cara Beli

Banyak orang fokusnya ke “beli alat hemat energi”. Padahal menurut gue, cara pakai jauh lebih ngaruh. Contoh paling gampang: kulkas. Buka-tutup pintu kulkas kelamaan itu bikin kompresor kerja ekstra. Lama-lama kompresor cepat panas, umurnya berkurang.

Pak Har kasih tips sederhana. Sebelum buka kulkas, pikir dulu mau ambil apa. Jangan buka pintu sambil mikir. Lalu, jangan taruh makanan panas langsung ke dalam kulkas. Biarkan dingin dulu di suhu ruang. Dan jangan isi kulkas terlalu penuh, karena sirkulasi udara di dalam jadi nggak lancar.

Contoh kecil yang efeknya besar

  • Setrika: kumpulkan cucian yang mau disetrika, setrika sekali banyak, bukan bolak-balik nyalain.
  • Mesin cuci: pakai air dingin untuk cucian harian, air panas cuma kalau benar-benar perlu.
  • AC atau kipas: matikan saat keluar kamar, sekecil apapun kepergiannya.
  • Lampu: ganti ke LED kalau belum. Selisih harganya balik dalam 2-3 bulan.

Gue sendiri paling ngerasain di bagian setrika. Dulu gue nyetrika sambil nonton TV, jadi lama dan listriknya jalan terus. Sekarang gue kumpulin dulu, setrika 30 menit langsung beres. Tagihan listrik gue turun sekitar 15 persen cuma dari perubahan ini.

Rawat Barang Itu Sebenarnya Hemat Energi Juga

Ini yang sering orang lupa. Barang yang dirawat dengan baik itu nggak cuma awet, tapi juga hemat energi. Kok bisa? Ya karena alat yang kondisinya prima itu bekerja lebih efisien. Kulkas yang bersih karet pintunya, kompresornya nggak kerja keras. Kipas yang baling-balingnya bersih, putarannya ringan. Setrika yang bagian bawahnya nggak kerak, panasnya cepat merata.

Pak Har rutin bersihin karet pintu kulkas pakai air hangat tiap dua minggu. Katanya, kalau karetnya sudah keras atau kotor, udara dingin bocor keluar. Kulkas jadi kerja lebih berat, listrik lebih boros. Gue coba, dan bener aja. Sejak rutin bersihin, kulkas gue nggak sepanas dulu di bagian sampingnya.

Selain itu, jangan lupa bersihin filter AC atau kipas angin. Debu yang numpuk bikin motor kerja ekstra. Cukup disikat lembut atau disemprot air, lalu keringkan. Lima menit doang, tapi efeknya ke tagihan listrik lumayan.

Barang yang dirawat = uang yang nggak keluar lagi

Coba pikir. Kalau kulkas awet 10 tahun, kamu nggak perlu beli baru. Uang 3-4 juta bisa dipakai buat hal lain. Apalagi buat pensiunan yang pemasukan tetap, ini penting banget. Hemat energi itu bukan cuma soal tagihan bulanan, tapi soal memperpanjang umur barang supaya pengeluaran besar nggak datang tiba-tiba.

Yang Berubah Setelah Sebulan

Gue nggak mau lebay, tapi jujur, ada beberapa perubahan yang gue rasain.

  • Tagihan listrik turun. Bulan pertama turun sekitar 18 persen. Nggak sebesar Pak Har, tapi lumayan banget.
  • Rumah terasa lebih rapi. Karena kebiasaan cabut colokan, gue jadi otomatis ngerapiin kabel-kabel.
  • Barang lebih awet. Setrika gue yang dulu suka mati sendiri, sekarang normal terus.
  • Pikiran lebih tenang. Ini yang paling nggak gue duga. Karena nggak ada rasa “aduh, listrik boros lagi”, tidur pun lebih nyenyak.

Yang paling penting, semua ini nggak butuh modal besar. Nggak perlu beli alat mahal, nggak perlu pasang apa-apa. Cuma butuh konsistensi selama sebulan. Setelah itu, semuanya jadi kebiasaan.

Kalau kamu pensiunan, atau punya orang tua yang sudah pensiun, coba deh mulai dari satu hal kecil dulu. Misalnya cabut colokan TV sebelum tidur. Atau bersihin karet kulkas minggu ini. Nggak perlu langsung semua. Yang penting mulai.

Karena pada akhirnya, hemat energi di rumah itu bukan soal pelit. Ini soal menghargai apa yang sudah kita punya. Barangnya awet, uangnya aman, hidupnya lebih tenang. Dan itu semua bisa dimulai dari kebiasaan kecil yang kita lakuin tiap hari.

===
Tags: hemat energi perawatan barang rumah tangga pensiunan tagihan listrik

Baca Juga: blackmenmagazine.com